Sembilu News

Pjs. Kades Desa Kampung Baru Diduga Selewengkan Anggaran Dana Desa

Kerinci-Sembilunews. Sangat disayangkan sepak terjang Edi Sucipto, SE Pjs. Kades Kampung Baru Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci yang juga seorang ASN pegawai Kantor Camat Kayu Aro Barat diduga selewengkan anggaran pembinaan karang taruna / klub kepemudaan olahraga tingkat desa.

Hal ini terungkap setelah awak media ini melakukan investigasi kelapangan ditemukan beberapa kejanggalan yang terjadi di Desa Kampung Baru.

Ketua BPD Arisman menjelaskan bahwa seharusnya honor yang mereka terima sebesar Rp. 21.500.000 dan untuk ATK Rp. 5.000.000. Namun kami sebagai BPD tidak dapat dan tidak mau diberikan APBDes serta RAB dana desa,” ungkapnya.

Selain itu terkuak juga bahwa Ketua Karang Taruna hanya menerima honor saja Rp. 300.000, sementara anggaran untuk karang taruna dan pemuda sebesar Rp. 3.553.000, dikemanakan saja sisa uang tersebut dirinya tidak tahu dikarenakan tanpa ada penjelasan dari Pjs. Kades

Polimik yang terjadi di Desa Kampung Baru ini terus bertambah, Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) mengungkapkan persoalan baru yang dilakukan oleh Pjs. Kades dan Sekdes, ketika Ketua BPD sudah berkali kali untuk meminta RAB / APBDes agar bisa melakukan pengawasan atas realisasinya Dana Desa Kampung Baru, namun Pjs. Kades dan Sekdes hingga Sabtu (16/01) belum memberikannya dengan berbagai alasan.

Disini diduga tidak transparannya pengelolaan Dana Desa, padahal BPD berfungsi melakukan pengawasan terhadap Dana Desa, seharusnya Pjs. Kades dan Sekdes tahu dan mengerti apa fungsi dan wewenang BPD.

Ketua BPD mengatakan bahwa pekerjaan fisik yang diketahuinya hanyalah pembangunan gedung posyandu, jika ada pembangunan peningkatan sambungan air bersih kerumah warga yang sudah dianggarkan Rp. 40.000.000 dirinya tidak tahu dan hal tersebut belum terealisasi menurutnya.

Begitu juga untuk pos-pos lainnya seperti anggaran posyandu untuk tambahan makanan bumil, lansia dan insentif yang menghabiskan anggaran cukup besar yaitu Rp. 33.570.000. Apakah benar sudah terealisasi program stunting kepada bumil dan lansia masih jadi tanda tanya untuk saat ini.’ terang Ketua BPD.

Pjs. Kades Edi Sucipto, SE panggilan sehari hari Tukit saat dikonfirmasi via WhatsApp tidak ada jawaban sama sekali, meskipun sudah bertanda conteng biru dua berarti pesan sudah dibaca, hingga berita ini dipublikasikan.

Masyarakat setempat berharap agar pihak Inspektorat dan kecamatan ikut serta melakukan monitoring serta mengingatkan Pjs. Kades agar bekerja sesuai dengan peraturan yang ada. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap