Sembilu News

Masyarakat Minta Camat Depati Tujuh Dicopot Dari Jabatannya

Kerinci-Sembilunews.com Terkait terjadi nya gejolak sosial dibeberapa Desa wilayah Kecamatan Depati Tujuh tentunya membuat masyarakat risih dan tidak nyaman karena kondisi Desa mereka tidak kondusif lagi seperti yang dikehendaki seperti mana biasanya.

Masyarakat Depati Tujuh menyampaikan ke awak media , situasi Kecamatan Depati Tujuh saat ini kurang kondusif akibat kurang tegasnya camat dalam mengambil sebuah keputusan, warga meminta camat dicopot dari jabatannya karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dan kebijakan yang tidak pro masyarakat.

Hal ini tampak jelas ketika permasalahan BPD Desa Ladeh yang diduga cacat hukum dan tidak mengikuti peraturan dan perundangan undangan yang ada namun tetap saja dilanjutkan rekomendasinya ke Pemdes Kabupaten Kerinci untuk ditindak lanjuti penerbitan SK nya.

Padahal masyarakat Ladeh sudah mengirim surat gugatan keberatan atas terpilihnya BPD desa mereka.

Johani Mangku Tokoh Masyarakat Depati Tujuh mengatakan jika komplik sosial selalu terjadi di desa-desa itu bisa jadi akibat kurang pekanya camat selaku seorang pemimpin di kecamatan ini, ya sudah sepatutnya Camat Depati Tujuh Awang Syujady, S.ag.MH dicopat dari jabatannya karena dianggap tidak mampu mengayomi dan membina masyarakat dijajarannya, untuk apa mempertahankan orang yang tidak bisa menegakkan aturan dan membela rakyatnya sendiri, “sebaiknya Camat Depati Tujuh diambil Putra Asli Depati Tujuh karena tahu situasi dan kondisi Kecamatan ini,”Tegasnya

Gunawan dan warga lainnya mengatakan Jika BPD Desa Ladeh terpilih tetap saja diterbitkan SK nya oleh Bapak Bupati Kerinci, maka terpaksa kami akan turun unjuk rasa dikantor Bupati Kerinci dan Kantor Camat Depati Tujuh.

DPD LSM LPPNRI Jambi Eka Sujandrai menyampaikan, akibat camat mengabaikan gugatan keputusan warga, wajar saja jika warga meminta camat dicopot dari jabatannya, pasalnya camat tidak mendengar suara rakyat, ” ini sama saja melukai hati rakyat, masyarakat menginginkan pemilihan BPD diulang kembali agar camat membatalkan BPD terpilih yang diduga cacat hukum itu,”Tegasnya

Camat Depati Tujuh Awang Syujady, S.Ag.MH hingga berita ini dipublikasikan belum juga bisa dikonfirmasi, meskipun beberapa kali dihubungi via telepon. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap