Sembilu News

Cegah Virus Corona Tahun Ajaran Baru SDN 175 Lindung Jaya Terapkan Protokol Kesehatan

Kerinci-Sembilunews.com. Saat ini Kabupaten Kerinci memasuki zona kuning meskipun belakangan ini sempat zona hijau, namun ada kejadian akhir akhir ini adanya warga Kerinci yang positif corona Jsehingga kembali merubah status Kerinci dari Zona hijau ke zona kuning.

Saat ini sekolah sekolah yang ada di Kerinci sudah mulai dibuka kembali untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung, namun tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan untuk menyikapi pola hidup baru dalam masa pendemi corona.

Dari hasil pantauan media Sembilunews Rabu (23/07) di Sekolah Dasar Negeri 175/III Lindung Jaya Kecamatan Kayu Aro menerapkan protokol kesehatan yang sudah disediakan oleh pihak sekolah, sudah sangat memadai diantaranya face shield/alat penutup wajah, Thermo gun, sabun cair , wastafel atau tempat pencuci tangan sebanyak 18 unit. Peralatan protokol kesehatan ini berada di pintu masuk kelas masing masing, kantor, mushalla dan pintu gerbang masuk sekolah, hanya masker dan face Shield yang langsung dipakai siswa dan para guru yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah tersebut.

Penerapan Protokol Kesehatan untuk Pencegahan Covid 19 SDN Lindung Jaya

Sebelum masuk ruang kelas para siswa terlebih dahulu juga sudah di cek suhu tubuh menggunakan alat ukur suhu oleh guru masing masing dan juga wajib mencuci tangan.

Kepala Sekolah SD 175/III Lindung Jaya Subhi SPd. MPd saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan penyediaan protokol kesehatan ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di sekolah agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, begitu juga kapasitas ruang belajar juga di isi 14 orang, setengah dari kapasitas biasanya sesuai himbauan pemerintah, bangku dan meja siswa dibuat berjarak kiri kanan, depan belakang lebih kurang 1,5 meter.
Untuk saat ini siswa dibuat dua shif satu hari masuk satu hari libur, misalnya shif satu hari Senin, untuk shif dua hari Selasa namun jam belajar tetap penuh.

Selain itu Kepsek Subhi SPd. MPd juga menjelaskan semua perlengkapan alat protokol kesehatan yang disiapkan pihak sekolah anggarannya bersumber dari dana BOS ( Biaya Operasional Sekolah ) semua, karena masa covid alokasi dana bos untuk beberapa item tidak bisa terlaksana sehingga kami pergunakan untuk pengadaan alat penunjang protokol kesehatan untuk mencegah covid 19, sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dalam mengatasi wabah covid 19 ini,” Ujarnya

Orang tua siswa yang anaknya sekolah di SDN 175 /III dan masyarakat Desa Lindung Jaya, sangat mengapresiasi kinerja Kepala Sekolah yang sudah menyiapkan perlengkapan alat protokol kesehatan yang sangat mencukupi sekali dan disiplin dalam penggunaannya baik siswa maupun para guru itu sendiri.
Jika menyekolahkan anak anak mereka di SD 175/III Lindung Jaya memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua siswa, selain sekolah ini kegiatan belajar mengajarnya sangat disiplin dan juga banyak prestasi yang didapat, apalagi terakhir ini sekolah ini menjadi juara sekolah sehat di Kabupaten Kerinci dan juga sekolah terbesar yang jumlah siswanya saat ini mencapai 575 orang.

Sangat disayangkan SDN Lindung Jaya ini, sebagai sekolah berprestasi tidak bisa mengikuti perlombaan sekolah sehat tingkat propinsi, hal ini disebabkan terkendala dengan pagar sekolah bagian belakang yang belum ada, sedangkan pagar didepan sekolah selama ini dibangun secara swadaya masyarakat, kami berharap ada perhatian Pemda Kerinci perhatian terhadap pagar belakang sekolah, “ ungkap Kepsek.

Masyarakat juga berharap kepada bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci agar menghimbau seluruh Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Kerinci ditahun ajaran baru ini, agar menerapkan protokol kesehatan di sekolah yang dipimpinnya, untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Dari hasil investigasi media Sembilunews dilapangan memang masih ditemukan sekolah sekolah di Kabupaten Kerinci yang belum maksimal dan kurang disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, seakan acuh tak acuh terhadap siswa yang kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, lebih parah lagi siswa disuruh mengikuti protokol kesehatan namun guru sendiri tidak melakukan hal itu. (AL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap