Demo Tuntut Kades Jernih Jaya Mundur, Berlanjut Musyawarah Desa, Kades Tetap Tidak Mau Mundur

Kerinci-Sembilunews. Com. Terkait demo dan penyegelan kantor yang dilakukan Masyarakat Desa Jernih Jaya Kec. Gunung Tujuh pada hari Jumat ( 29/05/2020) dan menuntut Kades Zalfinur untuk mundur, berlanjut dengan  diadakannya musyawarah Desa Jumat malam (29/05/2020) mulai jam 21.00 WIB di Mesjid Darul Falah.

Musyawarah desa dipimpin Ketua BPD dengan tujuan utama adalah menampung aspirasi masyarakat tersebut,  dihadiri pihak Polres Kerinci yang diwakili Kabag Ops AKP Johansyah Efendi S.I.P, Camat Gunung Tujuh, Kapolsek Kayu Aro Iptu. H. Dolizar, Kasat Sabhara Polres Kerinci Iptu Syamsu Jaya, Babinsa Jernih Jaya,  tokoh masyarakat.

Tuntutan  yang disampaikan oleh beberapa wakil masyarakat yaitu  agar Kades Zalfinur mundur sebagai kades, karena dianggap tidak adil memimpin Desa Jernih Jaya selama 2 periode, ” kami lah lama merasa tidak adil, selama ini kami tetap sabar, sekarang tuntutan kami tetap kades harus mundur, ” ungkap berapa wakil masyarakat.

Menanggapi tuntutan terhadap dirinya, kades didepan masyarakat tetap tidak mau mundur, dan bersedia mundur jika sesuai prosedur,  membantah terhadap semua tuduhan masyarakat, ” apo salah aku,” ungkap kades.

Musyawarah sempat terjadi ketegangan saat pembawa acara memulai acara jam 21.00 WIB tanpa kehadiran kades, namun masyarakat  protes, musyawarah harus dihadiri kades bersangkutan.

Kabag Ops Polres Kerinci langsung berdiri untuk menenangkan masyarakat. Menurutnya Kades bisa dihadirkan apabila ada jaminan keamanan bagi kades selama musyawarah dengan jaminan empat orang masyarakat  untuk menandatangani surat jaminan tersebut.

Kabag Ops Polres Kerinci saat menenangkan masyarakat yang melakukan protes.

Setelah adanya kesepakatan jaminan keamanan kades,  jam 22.00 WIB kades dihadirkan dalam musyawarah desa.

Kabag Ops Polres Kerinci, dan juga Kapolsek Kayu Aro dalam sambutannya mengharapkan musyawarah desa harus mengutamakan musyawarah yang kondusif, keamanan terjaga dan tidak emosi,” tegas Kabag Ops dan Kapolsek.

Suasana diluar mesjid saat musyawarah berlangsung

Hal senada juga disampaikan Camat Gunung Tujuh H. Nazif Ediyanto dalam menjawab tuntutan masyarakat, camat jelaskan tentang pemberhentian kepala desa harus mengikuti prosedur dan undang undang.

Camat Gunung Tujuh memberikan penjelasan kepada masyarakat

Lanjut Camat Gunung Tujuh menjelaskan tuntutan masyarakat ini berawal dari penyaluran BLT yang dianggap tidak tepat sasaran, dalam menyikapi masalah bantuan BLT Dana Desa tidak tepat sasaran di Jernih Jaya,  selain BLT Dana Desa masih ada bantuan yang lainnya seperti BST, BNPT, PKH, Bantuan dari Provinsi dan Kabupaten bahkan bantuan ASN. Kemungkinan yang belum terima bisa saja dapat bantuan lainnya, ” ungkap camat.

Azet Karya Ketua DPP LPPNRI Jambi kepada Sembilunews sangat menyayangkan apa yang disampaikan Camat Gunung Tujuh. Jenis jenis bantuan yang disampaikan oleh camat bukanlah untuk dipilah dan dipilih. Yang jelas masyarakat miskin pasti mengharapkan bantuan sejenis BLT dan BST dengan jumlah Rp. 600.000 kecuali nilai bantuan lainnya juga Rp.  600.000.

Bantuan yang lain bisa saja berupa sembako atau dengan nilai yang lebih rendah dari BST dan BLT DD,  saya sendiri sangat mendukung terhadap masyarakat dalam menyampaikan tuntutannya , ” ungkap Azet Karya.

Musyawarah desa menghasilkan keputusan yaitu Kades tetap tidak mau mundur, dan masyarakat tetap pada tuntutannya agar kades mundur, dengan mengikuti prosedur dengan menyampaikan kepada Bupati Kerinci dan difasilitasi pihak kecamatan.

Bupati Kerinci menurut keterangan camat gunung tujuh sudah mengetahui yang terjadi di Desa Jernih Jaya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *