PT. AMP Peserta Tender Jalan Sungai Penuh – Siulak Deras Letter W Disorot

Kerinci-Sembilunews.Com. PT. Arora Mitra Perkasa yang saat ini mengikuti Proses Tender Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Sungai Penuh – Siulak Deras/Letter W – BTS. Provinsi Sumbar senilai Rp. 39.950.761.000,00. Tahun 2020 dinilai ada permainan, informasi yang dihimpun, saat ini proyek tersebut dilakukan tender ulang, belum jelas alasan Panitia untuk melakukan tender ulang.

Dari informasi yang didapatkan, sebenarnya pada tender pertama peserta lelang sudah melengkapi semua berkas persyaratan yang diminta panitia, tapi anehnya malah dilakukan tender ulang.

Diduga panitia sengaja melakukan tender ulang untuk meloloskan salah satu Perusahaan untuk dijadikan pemenang seperti yang di kutip dari kerincitime.co.id media patner sembilunews.com, padahal pada paket pekerjaan yang sama tahun 2019 silam PT. AMP yang di percaya menegerjakan pekerjaan memeperbaiki jalan tersebut diduga tidak melaksnakaan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang di terapkan.

Pada tender kali ini (pertama) PT. Aurora Mitra Prakarsa dengan dinilai penawaran Rp. 37.068 Miliar dengan posisi ke 5 (bantingan 6 persen). Sementara di tender ulang PT. Aurora Mitra Prakarsa dengan nilai penawaran Rp. 32.839 Miliar, dengan posisi ke 1 (bantingan 18 persen).

Perubahan yang begitu drastis ini diduga terindikasi kuat panitia dan peserta lelang ada permainan untuk memenangkan salah satu perusahaan. “Apa alasan Panitia lelang mengulang tender? Ini diduga sengaja untuk meloloskan salah satu perusahaan” ungkap sumber kerincitime.co.id.

Kejadian ini hampir sama dengan tender tahun 2019 lalu, padahal jika dilihat hasil pekerjaan PT.Aurora Mitra Prakarsa tahun lalu begitu amburadul dan masih dipersoalkan. Jalan yang dikerjakan banyak yang rusak, puluhan titik rusak sepanjang pekerjaan dari Pengai Penuh hingga Letter W.

Contohnya di Koto Keras Kota Sungai Penuh, kondisi jalan yang dibangun rusak saat ini, di Sungai Liuk depan Rumah Dokter Gusrizal berlobang dan retak. Hingga ke Kayu Aro begitu banyak jalan yang berlobang dan retak meskipun saat itu masih di tahun 2019. Apa lagi saat ini kondisinya semakin parah.

Kepala Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi  dan panitia lelang sepertinya harus berfikir ulang untuk meloloskan perusahaan yang bermasalah tersebut. “saya sarankan Kepala Balai dan Panitia untuk hati-hati memilih perusahaan yang akan dimenangkan nanti” ungkapnya. Kepala BPJN Jambi dan panitia lelang hingga berita ini dipublish belum dapat dikonfirmasi. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *