Sembilu News

Dapat Uang Transportasi 50.000, Ibu Ibu Pemetik Teh Masal Berbondong Bondong Hingga Malam Hari Ke Kantor Camat

Kerinci-Sembilunews.com Kemaren Rabu hingga hari ini ibu ibu yang ikut serta dalam menyukseskan Festival Kerinci yang memecah Rekor Muri pemetik teh massal terbanyak 3805 orang, Perlu kita apresiasi dan banggakan atas semangat dan perjuangannya.

Rabu Kemarin pembayaran dimulai di Kec.Gunung Tujuh berjalan sukses dan berlanjut hari ini Kamis 28/11/2019 dari pukul 15.00 hingga malam hari di Kantor Camat Kayu Aro, masih tampak ramai sekali masyarakat yang ikut serta dalam pemetik teh massal Berbondong Bondong menuju Kantor Camat Kayu Aro untuk mendapatkan uang transportasinya begitu semangat dan antusias.

Namun salah satu dari mereka mengatakan ke awak media ini , sedikit merasa agak kecewa atas uang transportasi yang mereka terima ternyata hanya Rp. 50.000 saja ” kami dapat uang honor limo puluh ribu selamo tigo ahi untuk beli bedak nian idaknyo cukup ” namun menurutnya walaupun hanya lima puluh ribu yang penting sukses dan kita bisa mendapatkan Rekor Muri itu adalah suatu kebanggaan,” ucapnya sambil tertawa-tawa.

Suasana penyerahan uang ganti transpor dari Disparbudpora di Ruang Kantor Camat Kayu Aro bersama Staf Kantor Camat Kayu Aro

Wartawan Sembilunews menyaksikan langsung pembayaran uang transportasi peserta pemetik teh massal berjalan dengan baik dan diterima langsung oleh peserta diruang pola Kantor Camat Kayu Aro dengan tidak bisa diwakilkan.

Santi Eka Sopia Kabid Kebudayaan Disparbudpora Kab. Kerinci

Santi Eka Sophia Kabid Kebudayaan Disparbudpora Kab.Kerinci saat diwawancarai tentang honor pemetik teh yang sempat viral di media sosial Facebook karena belum dibayar padahal acara Festival Kerinci bertepatan dengan TDS sudah lama selesai, namun menjadi pertanyaan dikalangan ibu ibu peserta petik teh massal kapan dan berapa honor yang diterima peserta, namun terjawab sudah pada hari ini Pemerintah Kab. Kerinci melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga telah merealisasikan pembayaran dengan judul penggantian uang transportasi sebesar Rp. 50.000 .

Menjadi pengalaman buat Pemerintah Kab. Kerinci untuk yang akan datang apabila ada event pariwisata yang sama,  peserta yang menerima uang transpor kepada Sembilunews memberi masukan agar bisa dibayar langsung setelah acara selesai dilaksanakan, agar tidak menjadi polemik dan merepotkan peserta dikemudian hari , serta dijelaskan berapa besaran uang yang diterima sebenarnya agar tidak menimbulkan pertanyaan dari peserta itu sendiri.

Selain itu juga ada beberapa keluhan tentang konsumsi nasi bungkus yang diterima peserta saat petik teh massal mendapat nasi yang sudah basi dan ada juga yang mendapat satu bungkus berdua.

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Kab.Kerinci menjelaskan kepada Sembilunews jika ada nasi basi sekitar seratusan itu wajar wajar saja dari ribuan nasi yang disiapkan

Lanjutnya jika ada yang mendapat satu bungkus berdua itu dikarenakan saat itu mobil yang membawa nasi bungkus mogok/rusak dijalan, jadi ada keterlambatan kedatangan namun setelah sampai dilokasi walaupun peserta sudah ada yang pulang namun nasi tetap dibagikan dan ada juga yang mendapat satu orang dua bungkus, terangnya.

Kabid Kebudayaan juga jelaskan soal keterlambatan pembayaran disebabkan karena kesibukan yang begitu padat dilapangan hingga tidak ada waktu kekantor untuk menyelesaikan administrasi dan kebetulan juga waktu itu beliau sendiri Kabid Kebudayaan mendapat musibah orang tuanya meninggal dunia.

Sedangkan anggaran Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) yang sudah dianggarkan DPRD Kabupaten Kerinci itu dibenarkan dibenarkan Bu Kabid, namun anggaran tersebut bukan hanya untuk pembayaran uang transportasi saja , namun banyak item item yang lain seperti , penyediaan panggung , orgen tunggal , dan lainnya , yang jelas untuk semua kegiatan tersebut.ucapnya ( AL )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap