Sembilu News

Proyek Jalan Wisata Aroma Pecco Diduga Memakai Material Bekas

Kerinci-Sembilunews.com. Pekerjaan proyek jalan wisata Aroma Pecco Kayu Aro yang dikerjakan CV .Wahyu Jaya Prakasa dengan nilai kontrak 781 juta , banyak menuai kritikan masyarakat.

Bahkan sekarang ini tidak sedikit pengerjaan proyek yang terkesan asal jadi dan tidak transparan dalam pengelolaannya, acapkali di-upload warga dimedia sosial facebook atas kekesalan dan kekecewaannya agar proyek tersebut bisa menjadi viral dan dilihat oleh pejabat daerah walaupun kadang kadang tutup mata dan tutup telinga.

Saat ini pekerjaan jalan di Aroma Pecco ini menjadi sorotan masyarakat karena selain lokasinya ditempat wisata dan juga dipinggir jalan nasional jadi tidak sedikit warga yang menyorotinya.

Proyek yang nilai anggarannya cukup besar ini membuat masyarakat bertanya apa saja Item pekerjaannya, selain buka baru dan pengerasan tampaknya ada juga bangunan drainase, kalau dilihat secara kasat mata volumenya pendek sekali lebih kurang 150 meter , siapakah pemilik proyek ini masih tanda tanya …??? Anehnya dilokasi pengerjaan ini tidak satupun pekerja yang tahu proyek ini milik siapa.

Selain itu pengerjaan proyek jalan Aroma Pecco ini tampak jelas saat wartawan sembilunews sedang berada dilokasi tampak mobil dumptruck yang lalu lalang diseputaran lokasi ini, setelah didekati ternyata mobil dumptruck itu sedang mengangkat material bekas bongkaran jalan rabat beton yang ada dilokasi jalan lama dan dipindahkan kelokasi jalan yang baru dibuka, kuat dugaan material bekas ini akan dipakai untuk pengerasan jalan yang baru dibuka.

Akibat sangat minimnya pengawasan baik dari konsultan pengawas ataupun pihak dinas terkait sehingga kontraktor pelaksana semaunya mengerjakan proyek jalan ini, tanpa ada rasa takut terjerat hukum dan seolah olah tanpa beban, terbukti baru tahap awal pekerjaan sudah berani seperti ini ( memakai material bekas).

Namun bisa saja terjadinya semua ini diduga karena ada pembiaran , sebab kalau instansi yang terkait konsekwen mengawasi proyek serta tidak ada kongkalingkong , tidak mungkin kontraktor bisa semaunya.

Bukan itu saja lemahnya pengawasan anggota Dewan Kab. Kerinci juga sudah menjadi sorotan ditengah tengah masyarakat saat ini , seakan akan fungsi anggota dewan selaku pengawasan tidak jalan di Kerinci ini, mestinya anggota dewanlah yang harus pro aktif dalam pengawasan, entah mungkin juga ada segelintir oknum anggota DPRD yang terlibat bermain proyek sehingga mereka tidak punya nyali untuk berbuat apa apa lantaran ada rekannya yang diduga bermain proyek dibelakang layar.

Salah seorang warga yang melintas dijalan ini sempat berhenti dan tertawa lucu melihat kondisi pengerjaan proyek ini sedang membongkar jalan lama rabat beton dan materialnya diangkat kelokasi yang baru, ” itu yang dipakai untuk pengerasan material bekas coran jalan setapak yang lama , tidak mungkin jalan ini akan bertahan lama ucap warga itu sambil pergi.

Terkait permasalahan ini masyarakat meminta agar anggota Dewan Kab. Kerinci menyetop atau menegur kontraktor pelaksana supaya tidak menggunakan material bekas dan mendatangkan material baru agar proyek yang dikerjakan ini bisa berkualitas dan bermutu.

Dilokasi pekerjaan juga tidak terlihat papan informasi sehingga membuat masyarakat bingung , ini proyek apa, sumber dananya dari mana. Padahal untuk membuat papan informasipun sudah ada anggaran nya itupun diabaikan kontraktor.

Hingga berita ini dipublikasikan pihak kontraktor pelaksana belum dikonfirmasi mengingat wartawan sendiri tidak tau siapa kontraktor pelaksana proyek ini. (AL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap