Waw ! Tersandung Korupsi, Air Betung Tetap Ajukan Pencairan Dana Desa 2019

Kerinci-Sembilunews.com. Pasca larinya oknum Kades Air Betung, TS, ke Malaysia sejak beberapa bulan terakhir untuk menghindari jeratan hukum atas dugaan korupsi yang menimpanya, ternyata PJs. Kades yang menjabat saat ini masih tetap mengajukan pencairan Dana Desa Air Betung untuk tahun 2019, meskipun diketahui LPj tahun lalu (2018) tengah bermasalah dan saat ini dalam proses hukum.

Salah satu pembangunan fisik Dana Desa yang bermasalah

Diketahui, Inspektorat Kabupaten Kerinci mendapati temuan Dana Desa Air Betung sejumlah lebih dari Rp. 300 juta, dan sejumlah Rp 700 juta termasuk dari total yang tidak dilaporkan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan memang diketahui pekerjaan yang ditinggalkan oknum Kades sebelum melarikan diri ke Malaysia memang terbengkelai, seperti jembatan dan juga jalan. Dan akibat dari terbengkalainya pekerjaan tersebut, membuat oknum Kades Air Betung, TS, tidak dapat membuat laporan realisasi anggaran tersebut. Dan apabila dibuatpun, sudah dapat diduga merupakan laporan fiktif alias rekayasa.

Alhasil, oknum Kades Air Betung,TS, terpaksa melarikan diri ke Malaysia, karena diduga tidak mampu untuk mempertanggungjawabkan penggunaan Dana Desa tersebut.

Dan yang lebih menarik lagi saat ini, Pemerintah Desa Air Betung masih tetap mengajukan untuk pencairan Dana Desa tahun 2019.

Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 49/ PMK.07/ 2016 Tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Desa, Pasal 18 Ayat 2, poin (b), disebutkan, penyaluran dana desa tahap I dilakukan setelah bupati/ walikota menerima : laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahun anggaran sebelumnya dari kepala desa.

Hal ini, tentusaja akan menjadi sesuatu yang menarik. Bagaimana laporan realisasi (pertanggungjawaban) penggunaan dana desa bisa dibuat ?, sedangkan yangbersangkutan (oknum kades) sudah melarikan diri ke Malaysia meninggalkan pekerjaan yang terbengkalai.

“Yo kades kami sudah tidak ado lagi disini, beliau sudah di Malaysia sejak beberapa bulan yang lalu” ungkap salah seorang warga Air Betung. Kemudian, setahu kami, kata warga,”Jembatan yang dibangun tersebut belum selesai dan ditinggalkan begitu saja” katanya. ( red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *