Viral; Luka Lama Terasa Kembali di Desa Kampung Dalam Kec. Hamparan Rawang.

Sungai Penuh-Sembilu News.com. Dizaman tekhnologi yang serba canggih ini, tentunya apapun bisa cepat menjadi terkenal (viral) terutama di medsos yg biasa disebut facebook (fb) ini, tentulah ada baiknya bagi para netizen untuk lebih berhati-hati dalam memposting apapun itu.

Kali ini terjadi disebuah desa Kota Sungai Penuh tepatnya di Desa Kampung Dalam Kecamatan Hamparan Rawang, sebuah akun fb yang membagikan postingan dengan judul “MELAWAN LUPA” yang diunggah pada tanggal 10 September 2019 viral sampai saat ini, yang mengisahkan sebuah cerita luka lama yang dirasakan oleh masyarakat di Desa Kampung Dalam tersebut.

Postingan tersebut seakan mengingatkan rasa sakit yang pernah membekas yang dirasakan oleh masyarakat setempat dikala itu, yang mana pada saat itu sesuai dengan postingan tersebut terjadi sebuah tragedi perlawanan dan protes keras antara masyarakat dengan pemerintahan desa setempat, sampai berujung pada aksi demonstrasi masyarakat di Kantor Walikota serta Kejaksaan Negeri Sungai Penuh serta penyegelan kantor kepala desa.

Postingan di media sosial (fb)

Menindak lanjuti viralnya postingan tersebut Sembilu news menerjunkan awak media, yang tentunya terlatih dalam mengungkapkan kebenaran yang terjadi didesa kampung dalam tersebut.

Berdasarkan penelusuran dilapangan yang dihimpun awak media maka ditemukanlah sumber yang terpercaya yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kejadian ini benar adanya sekitar kalau tidak salah lebih kurang 2 tahun yang lalu pernah terjadi penyegelan kantor kepala desa disini (Desa Kampung Dalam), dikarenakan mosi tidak percaya masyarakat terhadap kepala desa (Kades) waktu itu, yang mana kades pada waktu itu di duga kuat telah melakukan penyalah gunaan dana desa, bahkan juga di duga kuat melakukan penjualan aset desa sehingga pada saat itu pernah diadakan duduk adat terbesar yg dihadiri oleh para pemangku adat dan ketua kerapatan adat Kecamatan Hamparan Rawang untuk menyelesaikan permasalahan itu, tapi sayangnya tidak ada titik damainya hingga kades waktu itu dilaporkan ke Kapolres Kerinci, Kejaksaan Sungai Penuh dan Inspektorat untuk diperiksa terangnya.

Ditempat terpisah ditemui dikediamannya Edi yang biasa dipanggil Pak Omil salah seorang mantan warga Desa Kampung Dalam yang sekarang sudah pindah penduduk di Air Muara di Paling Serumpun juga menyampaikan bahwa benar kasus itu pernah terjadi dan sampai sekarang belum ada titik terangnya oleh pihak berwenang, walaupun ini sudah dilaporkan 2 tahun yang lalu, tetap akan kita tanyakan kembali pada pihak yang berwajib, dikarenakan kepala desa diwaktu itu yang berinisial (Zd) yang sekarang ini sudah menjadi mantan kepala desa tetap akan kita telusuri terus kasusnya, dikarenakan kita masih mempunyai bukti kuat kasus penyelewengan dana desa dan penjualan aset desa pada waktu saudara (Zd) menjabat kepala desa saat itu, ini belum ada titik terangnya pungkas Edi (Pak Omil) tersebut, akan kita tanyakan kembali kejelasan laporan yang kita masukkan di Kejaksaan Sungai Penuh dan Polres Kerinci serta kita akan datangi Walikota Sungai Penuh melalui Inspektorat Kota Sungai Penuh,” terangnya.

Juga kepada masyarakat khususnya Desa Kampung Dalam, jangan pernah lupa kita pernah di zholomi oleh oknum pejabat Kepala Desa Kampung Dalam waktu itu, dan harapan saya selaku mantan warga desa tersebut jangan sampai kejadian yang memalukan itu terulang lagi dimasa yang akan datang,” terangnya.

Disisi lain awak media juga berusaha menghubungi dan mengkomfirmasi kan melalui telepon seluler (hp), untuk diminta keteranganya mantan kades (Zd) tersebut, tapi sampai saat berita ini diturunkan ponsel yg dihubungi awak media masih berbunyi sedang tidak aktif.(Rk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *