WARGA KERSIK  TUA BANGUN RUMAH DITANAH HGU PTPN VI KAYU ARO UNTUK DI JUAL.

Sembilunews-Kerinci . Sepertinya pembangunan rumah di areal tanah HGU PTPN VI Kayu Aro Kab. Kerinci tetap saja terjadi meskipun masalah ini sudah sering sekali menuai masalah namun tidak membuat efek jera terhadap warga setempat meskipun hal ini terkadang berbuntut panjang.

Saat ini di areal tanah HGU PTPN VI  yang berada di Desa Sungai Jambu Kec. Kayu Aro Barat, ada lokasi tanah kosong dibangun sebuah rumah semi permanen, tapi anehnya rumah tersebut dibangun oleh warga Kersik Tua Jono untuk diperjual belikan dengan warga setempat, hal ini juga membuat pro dan kontra ditengah tengah masyarakat yang berdomisili diperumahan PTPN ini.

Jono adalah pengusaha toko bangunan dan kayu, dia bukan seorang karyawan PTPN VI dan juga bukan berdomisili di Desa Sungai Jambu namun tetapi berani sekali membangun rumah dilokasi HGU untuk diperjual belikan kepada Karyawan PTPN itu sendiri.

Menurut keterangan Surip dan istrinya rumah tersebut dibelinya dengan Jono seharga 60 juta, jika ada permasalahan nantinya dengan pihak perusahaan Jono lah yang akan bertanggung jawab, sebenarnya dengan harga 60 juta itu terlalu mahal kalau dihitung hitung paling habis 15 juta,” ucapnya dengan nada kesal.

Dikarenakan dirinya malas bermasalah dengan pihak perusahaan, sementara Jono berani bertanggung jawab makanya dia lebih memilih membeli dalam keadaan sudah siap.

Anehnya lagi pihak Perusahaan terkesan tidak tegas terhadap hal ini, karena sudah banyak bukti perumahan banyak yang sudah di renopasi menjadi permanen dan juga adanya bangunan baru di areal HGU. Bukankah seharusnya perusahaan menindak tegas semua permasalahan yang terjadi dikawasan PTPN ini sesuai dengan peraturan yang ada

Masyarakat setempat juga sangat menyayangkan sikap perusahaan yang dianggapnya terkesan pilih kasih, walaupun karyawan tidak dibenarkan membangun dan merenopasi rumah dilokasi perumahan tersebut, namun jika orang kaya atau punya jabatan seakan pihak perusahaan tidak bernyali untuk memberhentikan atau menyetopnya, tetap saja pihak perusahaan kalah dengan orang yang melakukan pembanguan diareal HGU, sudah banyak terbukti selama ini , entah disuap atau memang tidak berani,” terangnya.

Masyarakat  Kayu Aro Barat yang berdomisili di Desa Sungai Jambu, Bedeng Delapan, Bedeng Dua, Sako Dua, Batu Hampar, Patok Empat, Sungai Asam, Bentok dan Kampung Baru berharap kepada pemerintah agar desa mereka bisa dibebaskan dari areal HGU, sebab mengingat agar pembangunan pemerintah tidak terhambat lagi dan warga juga bisa memperbaiki rumahnya yang sudah rusak parah, memang sudah seharusnya desa kami ini dibebaskan dari HGU, setiap tahun desa kami ini mendapat Dana Desa 1 milyar dari pemerintah, sementara statusnya belum juga bebas dari HGU, terkadang juga terkendala saat pembangunan Dana Desa banyak lokasi untuk pembangunan fisik tidak di ijinkan perusahaan , seperti Desa Patok Empat ketika itu mau membangun gedung serba guna akhirnya batal karena tidak mendapat ijin dari perusahaan.

Jono saat ditemui dikediamannya tidak membantah sama sekali tentang pembangunan yang dilakukannya dan diperjual belikan itu, sementara pihak perusahaan belum sempat dikonfirmasi (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *