Proyek Siluman di Desa Jernih Jaya Kec. Gunung Tujuh Dipertanyakan

Sembilunews-Kerinci. Proyek pekerjaan buka jalan baru di Desa Jernih Jaya menuju Sungai Sangir Rawa Bento membuat pertanyaan warga setempat dan sekitarnya , warga menyoroti proyek yang dibangun pemerintah ini di anggap proyek siluman alias tidak jelas, dimana pembangunan pembukaan jalan baru yang terletak dari RT 05 menuju RT 03 Desa Jernih Jaya Kec. Gunung Tujuh Kab. Kerinci ini sama sekali tidak terpasang papan nama informasi saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.

Padahal pekerjaan pembukaan jalan baru sudah siap seminggu yang lalu untuk pekerjaan tahap awalnya, proyek ini membuat pertanyaan dikalangan masyarakat setempat dan sekitarnya.

Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan informasi ini di duga ada indikasi sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak bisa memonitoring dari mana sumber anggaran dan berapa besar anggarannya, dikerjakan oleh cv apa, ataukah dikerjakan secara swakelola hingga tidak membuat masyarakat bingung  dan bertanya tanya.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan , sesuai amanah undang undang keterbukaan informasi publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak waktu pelaksanaan proyek, dan nilai kontrak serta jangaka waktu atau lama pekerjaan.

Sementara itu warga setempat mengatakan bahwa pekerjaan proyek pembukaan jalan baru ini adalah proyek bumdes yang nilainya dua milyar rupiah dan dikerjakan oleh Kepala Desa Jernih Jaya Raflinur. Sebenarnya pengurus Bumdes Desa Jernih Jaya sudah ada bukankah seharusnya pengurus Bumdes yang mengerjakan proyek ini, “ucapnya.

Warga lainnya  sangat menyayangkan Kepala Desa Jernih Jaya yang sudah berjanji akan mengganti rugi padi warga yang terkena akibat pembukaan jalan tersebut hingga saat ini belum juga diganti padahal mereka sudah membebaskan tanahnya untuk kepentingan bersama.

Masih warga setempat juga sangat kecewa dengan tindakan kades yang kurang pro terhadap masyarakat yang seharusnya dana bantuan Bumdes ini bisa digunakan untuk pembangunan yang lainnya yang bisa membuat wisatawan agar bisa tertarik untuk datang kesini tapi kades malah membuka jalan baru yang lokasinya sepi padahal jalan desa untuk menuju Rawa bento sudah di aspal oleh pemerintah ditambah lagi dengan indahnya jembatan gantung yang juga cukup menarik buat wisatawan, dan di sekitar jambatan tersebut  warga juga bisa berjualan untuk menunjang ekonomi mereka tapi jika jalan menuju Rawa Bento sudah dipindahkan jelas jelas sama saja dengan membunuh ekonomi masyarakat.

Lanjut warga Dana Bantuan Bumdes ini seharusnya bisa membangun pondok pondok yang bernuansa alami dan indah dilokasi Rawa Bento sehingga pengunjung ketika hujan bisa berteduh dan tidak binggung seperti saat ini, sementara jalan kita sangat bagus dan layak kenapa harus membuka jalan baru lagi tegas warga dengan nada agak kesal. (Al/SPM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *