Akibat Tegangan Tinggi PLN, Barang Elektronik Rusak, Warga Desa Lubuk Pauh Tuntut Ganti Rugi Kepada PLN ULP Kersik Tuo

Sembilu News – Kerinci. Akibat Tegangan tinggi PLN ULP Kersik Tuo, mengakibatkan puluhan barang elektronik milik warga Desa Lubuk Pauh Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci Prov. Jambi mengalami kerusakan.

 Pasca terjadinya tegangan tinggi tersebut, warga Desa Lubuk Pauh Kecamatan Gunung Tujuh, mendatangi Kantor Kepala Desa Lubuk Pauh untuk meminta Kepala Desa melaporkan dan menuntut kerugian kepada pihak PLN ULP Kersik Tuo.

Apranus Kepala Desa Lubuk Pauh langsung mendata dan membuat laporan kepada Pimpinan/ Manager PLN ULP Kersik Tuo dengan No. Surat 140/14/PEM-LP/2019 tertanggal 04/2/2019 perihal Laporan Korban Pasca Tegangan Tinggi PLN.

Banyak warga mengalami kerugian, sedikitnya 36 rumah di Desa Lubuk Pauh terkena dampak arus listrik tegangan tinggi yang terjadi pada Minggu (03/2/2019) sekitar pukul 18.00 WIB – 20.00 WIB.

Kerusakan peralatan elektronik warga seperti lampu sebanyak 90 unit, televisi 13 unit, DVD/CD 4 unit, mesin cuci 1 unit, kulkas 1 unit, rice cooker 2 unit, Kwh 1 unit, itu terjadi bersamaan arus listrik tegangan tinggi  di Desa Lubuk Pauh tersebut, “ ujar Kades Lubuk Pauh Apranus.

“Warga Desa Lubuk Pauh yang menjadi korban tersebut berharap PT PLN bersedia mengganti rugi kerusakan barang-barang elektronik itu,” kata Apranus.

Ali Mentoria, SS Ketua BPD Desa Lubuk Pauh mengungkapkan, kerusakan peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan secara tiba-tiba karena arus listrik yang tidak stabil. “Tegangan tinggi arus listrik yang tidak stabil itu berlangsung sekitar dua jam, padahal disaat terjadinya tegangan tinggi tersebut, warga langsung melaporkan ke Kanja Pelompek, namun kanja tertutup,” tambah Ali Mentoria

Salah seorang warga Desa Lubuk Pauh Jamil Ketua LSM P2AN yang juga mengalami kejadian tersebut, menelpon Manager PLN Khairul Mustafa, dengan menyampaikan telah terjadi gangguan listrik di Lubuk Pauh, masyarakat malam itu berkumpul dengan berkeluh, lampu meletus, tv rusak. Namun Jawaban Khairul Mustafa kepada Jamil, itu akibat Petir, sedangkan malam itu tidak ada hujan, tidak ada angin kencang, kok alasan petir, “ ungkap Jamil.

Menurut Jamil Petugas PLN datang setelah saya menelepon salah seorang petugas PLN ULP Kersik Tuo, itupun datang dalam jangka waktu yang lama, warga menunggu baru datang, “ jelasnya.

Kades Lubuk Pauh saat di konfirmasi media ini mengatakan, sebagai pemerintahan Desa telah melaporkan kepada pihak PLN ULP Kersik Tuo untuk meminta ganti rugi, namun permintaan ganti rugi yang diajukan warga tidak mendapat respon positif dari pimpinan PLN Rayon ULP Kersik Tuo.

” Hal ini sebagaimana surat balasan dari Manager PLN ULP Kersik Tuo Khairul Mustafa dengan no. Surat : 023/Dis.00.02/KST/2019 tertanggal 12 Pebruari 2019,” Isi surat PLN tersebut hanya permintaan maaf saja, “jelasnya.

Sementara saat dikonfirmasi kepada pihak PLN ULP Kersik Tuo terkait kerusakan peralatan elektronik warga tersebut, media ini hanya disambut oleh Satpam di depan Kantor PLN ULP Kersik Tuo yang sudah menjadi tradisi apabila ada awak media yang ingin konfirmasi, dari mulut satpam akan terdengar alasan Manager tidak ada di tempat.

Merujuk pada ketentuan yang diatur dalam  Undang-Undang  Nomor 8 Tahun 1999  tentang Perlindungan  Konsumen  (“UU 8/1999”).

Jika konsumen menderita kerugian akibat gangguan pelayanan tenaga listrik, maka pelaku usaha (dalam hal ini penyedia tenaga listrik/PLN)  bertanggung  jawab  memberikan  ganti  rugi  atas  kerusakan,  pencemaran,  dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.

Jika  pelaku usaha (PLN) menolak dan/atau tidak  memberi  tanggapan dan/atau tidak  memenuhi ganti rugi atas tuntutan, pengusaha dapat digugat melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (“BPSK”) atau konsumen dapat mengajukan ke badan peradilan di tempat kedudukan konsumen.

Pewarta : Alpia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *