Sembilu News

Reno Efendi Vs Amrizal Sama- Sama Anggota Dewan, Dalam Menanggapi Si Bawang Putih di PTPN VI Kayu Aro

Sembilu News-Kerinci. Terkait peralihan Kebun Teh PTPN VI Kayu Aro Kabupaten Kerinci dari kebun teh ke tanaman bawang menuai beberapa kritikan. Namun anehnya ada pula yang pasang badan untuk membela pihak Perusahaan.

Masyarakat yang pro dan yang kontra tersebut merupakan figur atau tokoh dan saat ini memegang jabatan di DPRD Kabupaten Kerinci. Adalah Reno yang membela pihak PTPN VI dan Amrizal yang menolak adanya peralihan perkebunan di PTPN tersebut.

Dengan adanya sikap yang bersebrangan tersebut masyarakat Kabupaten Kerinci memberikan penilaian tersendiri terhadap dua sosok yang  menjadi panutan masyarakat.

Opini masyarakat itu muncul setelah adanya komentar yang tak sedap diterima masyarakat dari Reno Efendi yang juga merupakan politisi partai PKB. Sedangkan Amrizal dinilai membawa keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat banyak.

“Kami tidak setuju dengan ada nya peralihan kebun teh ke tanaman bawang ini jelas-jelas akan berdampak terhadap kami serta perekonomian masyarakat khususnya yang berada di Kayu Aro Kabupaten Kerinci,”terangnya.

Ade Meki Fauzi salah seorang masyarakat Kerinci melalui medsos FB mengatakan bahwa dirinya tidak rela jika peralihan kebun teh ke tanaman bawang. “Saya selaku warga masyarakat tidak rela jika kebun teh beralih ke kebun bawang. Seperti adanya statemen dari Reno jelas-jelas bertentangan dengan hati nurani masyarakat,”ujarnya.

Warga Kerinci ini menambahkan bahwa ia tidak terima statemen dari Reno yang dinilai tidak pro terhadap kepentingan masyarakat banyak.

“Jujur saya katakan bahwa saya tidak setuju dengan sikap Reno yang tidak pro terhadap kepentingan orang banyak. Dan dalam kesempatan ini saya berterimakasih kepada Bapak Amrizal yang turut berjuang membela kepentingan masyarakat Kerinci,”ungkapnya.

Terkait adanya polemik ini, ia menambahkan bahwa sikap Reno tersebut patut dipertanyakan. “Kami selaku masyarakat Kabupaten Kerinci mempertanyakan sikap dari wakil rakyat kami ini bukan malah menyuarakan kepentingan masyarakat malah  membela kepentingan orang pihak lain,”sebutnya.

Masyarakat lainnya menilai bahwa sejak menjabat sebagai wakik rakyat tidak banyak ia membawa aspirasi masyarakat. “Selama beliau (Reno) menjabat anggota dewan jarang sekali ia membawa aspirasi masyarakat. Selama mengemban amanah sebagai anggota DPRD, di Desa ia sendiri tidak ada bangunan yang dibawanya , malah saat ini ia berbelok dan membela pihak lain yang jelas-jelas bertentangan terhadap kepentingan orang banyak,”tegasnya.

Selain itu Reno Juga dikenal malas ngantor ini diakui oleh salah satu pimpinan DPRD Kab. Kerinci ketika dikonfirmasi Sembilunews melalui acount fb mengakui bahwa ia bukan anggota Banggar. “Saya bukan anggota Badan Anggaran (Banggar), lagian tidak ada aturan dewan harus masuk kantor,”sebutnya.

Berikut postingan Reno dalam menanggapi si bawang putih yang di tanam di areal PTPN VI melalui akun facebook Ade Meki Fauzi pada tanggal 10 Januari 2019. “ini akibat dari tidak adanya konfirmasi dan komunikasi sehingga informasi yang dilihat dimakan mentah-mentah tidak seperti itu yang disangkakan datanglah kesumbernya ke Dinas Tanaman Pangan dan PTPN VI yang labih tahu. Jadi berita akan lebih seimbang dan berbobot tidak penuh duga dan sangkaan karena didapat dari nara sumber jelas valid.”

Sementara Amrizal mengatakan bahwa pihak Komisi III DPRD Kabupaten Kerinci akan turun kelapangan. “Dalam hal peralihan tanaman kebun teh kebawang kami dari Komisi III akan turun kelapangan,”ungkapnya.

Sejatinya lanjut Amrizal dalam peralihan tanaman ini semestinya pihak PTPN VI tidak bertindak seperti ini. “Seharusnya ada koordinasi antara pihak PTPN VI bersama pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci. Jangan semaunya saja koordinasi dulu,”bebernya. (AL)

One thought on “Reno Efendi Vs Amrizal Sama- Sama Anggota Dewan, Dalam Menanggapi Si Bawang Putih di PTPN VI Kayu Aro

  1. “SORGA TAK LAGI INDAH”
    Sorga seakan-akan pernah bocor cepratannya bernama Kerinci segumpal tanah sorga yg sekarang ini tidak lg indah…Kopi alias sibawang putih sudah jelas merusak pemandangan.dan demi ajang orang-orang tertentu rela menghancurkn yg namanya kerinci brending wisata yg didengung-dengungkn olh pemerintah.masyrakat kerinci jgn tinggal diam apa perlu kita kumpulkan tomas,orng adat,aktifis LSM untuk demo ke PTP6 bagai mana koq bisa beralih pungsi dr kebun teh sejak jaman belanda sudah ada.dgn sekejap mata demi ajang bisnis oknum tertentu sdh berobah mnjadi kebun kopi alias bawang putih.lbh baik serah kan kpd masyarakat kembali.wasl’m @mroeyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap