Kepala Sekolah SDN 90/III Pelompek Bantah Lakukan Pungli

Sembilunews-Kerinci – Kepala Sekolah SDN 90 Pelompek Kec. Gunung Tujuh Zulbahar, S.pd membantah tuduhan orang tua siswa tentang pungutan liar saat pengambilan rapor dan saat penerimaan siswa baru, atas tuduhan itu ia melakukan klarifikasi dengan Wartawan dan sudah memberikan keterangan tambahan.

Tidak benar jika terjadi pungutan liar(Pungli) disekolahnya, jika ada oknum guru yang melakukan hal ini tanpa seizin dirinya ia akan memberikan tegoran jangan sampai hal ini terjadi lagi, “Saya tidak pernah beri instruksi untuk meminta uang dari siswa, kalaupun itu suka rela, tidak boleh ada paksaan sama sekali, “ucap kepsek.

Menurutnya meskipun ada suara miring itu adalah hal yang biasa, apalagi yang dikatakan narasumber pemberitaan yang kemaren pihak sekolah meminta uang saat pengambilan rapor siswa itu tidak benar, pihak sekolah tidak pernah menerapkan atau melakukan hal ini,”tegasnya

Lanjutnya kepsek memang benar saat dikonfirmasi wartawan senin 07/01 ketika itu saya sedang sibuk sekali jadi saya terbawa emosi apapun yang ditanyakan wartawan, saya iyakan semua tidak tahu kalau berlarut sampai begini jadinya.

Terpisah ketua komite sekolah saat dikonfirmasi via handphone beliau sedang berada di Jakarta, beliau menjelaskan tidak benar melakukan pungutan ke siswa justru ada kegiatan sekolah ekstrakurikuler beliau memberi sumbangan pakai uang pribadi sendiri asalkan untuk kemajuan, sama seperti halnya saat SD 90 ikut lomba drum band ke tingkat kabupaten untuk transportasi siswapun beliau bantu, siapa yang tidak kenal Wirmanidi pengusaha muda sukses digunung tujuh ini, selain berbaik hati juga bersosial tinggi jadi tidak mungkin beliau terlibat sama sekali dalam hal ini, apalagi belakangan ini sudah hampir dua tahun beliau tidak pernah kesekolah karena kesibukan dan juga kondisi kesehatan yang kurang fit. ( ** )

One thought on “Kepala Sekolah SDN 90/III Pelompek Bantah Lakukan Pungli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *