Sembilu News

Ups….Di Duga Pungli Terjadi Lagi di PUPR, Kali Ini Konsultan Pengawas Terhadap Kontraktor

SembiluNews-Kerinci. Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) telah berkomitmen untuk menindak tegas bagi orangnya yang melakukan pungli alias pungutan liar, hal tersebut membuat tim Saber Pungli yang terdiri dari tim independen dan pengawal pengawas negeri sipil (PPNS), jika ini terbukti maka ini dikenakan hukuman mulai dari penundaan kenaikan pangkat, pemecatan, hingga dipidana.

Saat ini tim saber pungli tengah mengidentifikasi bagian-bagian yang rawan pungli, lewat indentifikasi ini, maka dari laporan-laporan masyarakat dapat ditindak lanjuti, pungli itu bisa dikatakan sebagai korupsi ada pasal 12 huruf e, disana dikenakan ancaman hukuman 4 tahun penjara,  dan maksimal 20 tahun penjara, apakah hukuman ini berlaku di Kab Kerinci.

Berdasrkan informasi yang diterima SN dari  kontraktor berinisial M dan D kepada SembiluNews Rabu 4/12, dia mengaku konsultan pengawas berinisial C meminta uang lima juta kepadanya, uang itu untuk menandatangani surat pencairan dana,  “kalau saya tidak memberikan uang tersebut bukan saja pihak konsultan tidak mau menandatangani surat untuk pencairan dana, tetapi dia juga mempersulitkan urusan pencairan dana kami” ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu kontraktor yang berinisial D dan G, kedua orang tersebut juga mengaku kena pungli kepada kontraktor, kami keduanya juga pernah dimintai uang oleh konsultan pengawas, kami terpaksa membayarnya kalau kami tidak menuruti kemauannya pihak konsultan pengawas mempersulit rekap data dan surat untuk pencairan dana kami, padahal pihak pemerintah Kabupaten Kerinci sudah menganggarkan dana untuk konsultan lebih kurangnya tujuh ratus juta, belum lagi tambahan dari anggaran Provinsi Jambi, nilainya sampai milyaran kok masih minta uang dua juta sampai tiga juta malah tergetnya lima juta untuk satu paket tender katanya.

Terkait hal tersebut Wartawan SembiluNews mencoba mehubungi salah satu pihak konsultan pengawas  Via HP,  sampai berita ini diturunkan belum ada pengakuan dari pihak konsultan pengawas yang terkait, “Wartawan SembiluNews sudah berusaha mengkonfirmasikan dengan pihak Konsultan tapi tidak ada jawaban dan kasus ini  akan terus dikupas  sampai ke pihak yang berwenang. ( AR )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap