Sembilu News

Geram dengan Aktivitas Peti, Warga Bakar Satu Unit alat Berat

Sembilunews – Merangin,  Resahnya dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di pinggir Sungai Landur dan Sungai Nuang membuat warga di sekitar Sungai Arai, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi

Beberapa warga Geram , Mereka membakar satu ekskavator yang berada di pinggir kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Pembakaran alat berat milik UD, BH, dan MS, warga Dusun Baru, Sungai Sakai, Kecamatan Tiang Pumpung itu merupakan puncak kemarahan warga. Pemilik ekskavator tak menggubris peringatan masyarakat agar tidak menambang di Sungai Arai.

“Kejadianya sekitar pukul 14.30 WIB kemarin warga melakukan pembakaran alat berat yang melakukan penambangan emas, yang lokasinya berada kawasan hutan TNKS, di pinggiran Sungai Batang Arai,” kata Mamat (42), warga Sungai Arai, Kamis (29/11/2018).

Menurutnya, warga Desa Muara Siau, Desa Teluk Sikumbang, dan Desa Rantau Panjang sudah memperingatkan agar para pemilik alat berat tidak melakukan penambangan di Sungai Arai.

“Sudah kami peringatkan tapi tidak di gubris. Selama ini aktivitas di Sungai Landur dan Sungai Nuang sudah mirip tambang Freeport. Yang membuat kami marah, Sungai Arai itu jadi tumpuan warga untuk melakukan kegiatan mandi cuci kakus (MCK). Kalau keruh seperti ini kami tidak bisa apa apa,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Siau IPTU Hitler Sinaga melalui sambungan via telepon selulernya membenarkan warga Sungai Arai telah membakar alat berat ekskavator. “Info yang saya terima memang ada pembakaran alat berat, sekarang masih kita tangani,” kata Kapolsek.

Sementara itu, dari pantauan di Polres Merangin terlihat puluhan personel Sabhara dikerahkan ke lokasi pembakaran alat berat untuk mengantisipasi anarkisme warga.(Ad)

One thought on “Geram dengan Aktivitas Peti, Warga Bakar Satu Unit alat Berat

  1. Setuju…..karena ini pelajaran buat pelaku peti yang lain,kalau mengharapkan tindakan aparat keamanan baik dari kepolisian maupun dari pemerintah tidak akan ada,dan kalaupun ada itu sekedar formalitas dan tidak membuat jera pelaku….
    Bagaimana jadinya Merangin kalau dibiarkann lingkungan,rusak total,sawah,kebun das….dan menyebabkan banjir,pencemaran air bersih….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap