Sembilu News

Dinilai Gagal Berantas PETI, Kapolres Merangin Diminta Mundur

SembiluNews-Merangin.  Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah merangin, yang disinyalir merusak tatanan ekosistem lingkungan, membuat gerah mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII Kabupaten Merangin.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Merangin, meminta AKBP I Kade Utama mundur dari jabatannya sebagai Kapolres Merangin.

Mahasiswa menilai Kapolres Merangin telah gagal mengatasi permasalahan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), yang sampai saat ini masih marak di Merangin. Bahkan mahasiswa menyebutkkan aktivitas PETI ini terkesan ada pembiaran dari aparat maupun pemerintah.

Marsis Imron selaku koordinator aksi menyampaikan, selain aktivitas PETI di Kecamatan Tabir dan Sungai Manau, saat ini juga sudah mulai terjadi pembiaran aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Muara Siau dan sekitarnya. “Kami meminta Kapolres Merangin mundur saja, permasalah PETI terkesan dibiarkan,”kata Marsis.

Aksi mahasiswa dimulai dari simpang empat lampu merah depan kantor Bupati Merangin. Usai orasi di jalan, puluhan mahasiswa bergerak menuju Kantor Bupati Merangin, untuk bertemu Bupati.

Di halaman kantor Bupati Merangin, puluhan mahasiswa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat. Mahasiswa ingin menemui Bupati dan berharap bisa koordinasi lansung. Namun saat itu tidak ada satupun perwakilan dari pemerintah yang menemui mahasiswa.

“Di wilayah Luhak 16 pembiaran sudah sangat meresahkan, kami menduga adanya oknum aparat yang sudah bermain sehingga Peti tidak bisa diatasi,” kata Marsis Imron. (Deni )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap