Tidak Jelas : Antara Dana Desa Dengan CSR PT. PGE Lempur Diproses Polres Kerinci dan Inspektorat Kab. Kerinci

SembiluNews-Kerinci. Bantuan CSR ( Corporate Social Responsibility) Tahun.2017 diberikan  PT. PGE (Pertamina Geothermal Energi) senilai 100 juta untuk pembuatan saluran pembuangan Desa Baru Lempur Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci  Jambi.

Namun Pembangunan saluran pembuangan itu juga dibiayai dana desa (DD) hingga terjadinya overlaping pembangunan.  Satu Proyek Saluran drainase dengan dua anggaran. Dana yang diterima oleh desa tersebut sebesar 90 juta rupiah sisanya 10 juta menyusul jika proyek rampung, dengan alasan sisa itu untuk biaya pemeliharaan.

Mirisnya permasalahan timbul, warga desa dan pengakuan Ketua BPD Akmal mengungkapkan, dana yang seharusnya diterima 100 juta itu dari PT. PGE ternyata kades desa ini mengakui hanya terima 70 juta.  Sisa 20 juta lagi tidak diketahui dan tidak ada alasan apapun dari kades ini, dana tersebut dikemanakan, sebut akmal.

Sedangkan sisa10 juta lagi diakui pihak PT. PGE, belum diberikan dengan alasan agunan biaya pemeliharaan, jika proyek sudah final. Warga menganggap bantuan CSR PT. PGE untuk drainase jangan ditumpang tindihkan dengan dana desa  lantaran audit spj dana desa dengan spj dana bantuan CSR PT. PGE akan sulit dilakukan.

Oleh sebab itu warga melalui DPC Kerinci Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jhon Hendri melapor hal ini ke Polres Kerinci.

Pihak Polres langsung menyikapi hal ini,  pada Tgl 3/9/2018 resmi diproses Polres Kerinci dengan beberapa saksi dari desa tersebut dan pihak PT. PGE. untuk dimintai keterangannya.

Humas PT. PGE Marike juga sudah dipangil beberapa waktu yang lalu oleh Polres Kerinci. Tanggal 17/9 Kades Desa Baru Lempur dan pada tanggal 19/9 Kaur Pembangunan juga sudah dipanggil polres. sebut Jhon Hendri.

Upaya konfirmasi awak media ini dengan kades desa ini belum berhasil dilakukan. Hasil konfirmasi dengan pihak polres kerinci, membenarkan hal ini. Kita tunggu proses kepolisian.

Sedangkan hasil konfirmasi dengan Irban inspektorat pemkab kerinci Yuli (30/10), menyampaikan kepada wartawan SembiluNews,  untuk dugaan penyimpangan dana desa ini mereka sedang memprosesnya. ( Jhoni Herman )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *